Menurut Wikipedia, Haflinger adalah kendaraan
ringan, berpenggerak roda 4 (four wheel drive) yang mungil, dengan
panjang hanya 3,5 meter, dan lebar 1,5 meter. Dimotori mesin 646 cc
twin horizontally opposed, terletak di belakang dengan pendingin udara (seperti VW).
Bobotnya yang terbilang enteng untuk sebuah mobil, 600 kg, memungkinkan
sebuah Haflinger bisa dibopong empat lelaki kuat. Kendaraan ini mampu
memanggul beban 500 kg alias lima karung beras ukuran satu kwintal.
Kendaraan ini buatan perusahaan Austria, Steyr-Daimler-Puch, diproduksi dari 1959 hingga 1974.
Haflinger (nama sejenis kuda) ini, menurut Kompas, 22 Maret 2008, masuk
ke Indonesia pada 1962, sebagai kendaraan pendukung operasi merebut
kembali Irian Barat. Saking ringannya kendaraan ini, sampai bisa
diangkut dan diterjunkan dari pesawat ke titik sasaran penyerbuan, di
belantara Irian Barat.
Tahun itu, Indonesia mengimpor 1.500 unit Haflinger utuh, dan 500 unit
dalam bentuk suku cadang. Tahun 1970, Indonesia kembali mengimpor 200
unit Haflinger untuk perkebunan, yang digunakan sebagai kendaraan
penyemprot pupuk.
Kini, diperkirakan populasi Haflinger yang masih menggelinding di
Indonesia sekitar 100 unit. Pemiliknya tersebar di Bandung, Jakarta,
Semarang, Surabaya, dan kota lainnya.
“Di Bandung, jumlah pemilik kendaraan ini sangat sedikit. Mungkin tak
lebih dari 10 orang. Jadi enggak seru kalau off-road cuma berdua atau
bertiga,” ujar Edwin Saputra (33), seorang penggemar Haflinger kepada
Kompas.
Pemilik Haflinger di Bandung membentuk komunitas Steyr Puch Haflinger 4 Wheel Drive Club Bandung.

Gambar-gambar:
en.wikipedia.org, de.geocities.com/haflingerpage,
www.oramagazine.com